Srengenge #2.1 | Sekisah Tembang untuk Kasih yang Tumbang
Sepucuk surat di bawah pohon kersen depan kelas
Janji kita ditulis embun sisa hujan semalam
Ranting-ranting basah di dahan pohon itu, menjadi saksi asal muasal rindu
Dari balik jendela, aku melempar secarik harap
Kau membalasnya dengan selarik malu tatap, apa gerangan yang tersirat?
Sepucuk surat di bawah pohon kersen depan kelas
Janji kita dirawat hembus angin tanggal dua puluh enam
Daun-daun kering yang jatuh dari pohon itu, mengabarkan kepada rumput hari pertama kita bertemu
Sepasang tawon mengawasi cemburu
Setangkai ros putih tempat mereka bulan madu kini terselip di telinga kananmu
Sepucuk surat di bawah pohon kersen depan kelas
Janji kita disemai musim tak tentu
Benih yang kutanam di taman hatimu, kaumekarkan di taman lain
Gerimis sisa hujan semalam kaupayungi dengan matahari yang entah milik siapa
Di bawah pohon kersen depan kelas
Sehujan pagi mengingkari janji kita
Rintik pilunya tak lagi sanggup menulis sepucuk surat kepadamu
Setelah kuntum melati mekar melingkari lehermu
Bunga yang kuselipkan di telingamu kini layu
Kecup rasa kita patah pada kuncup ros putih itu
—
Puisiku ini pernah terbit dalam buku kumpulan puisi "Asa Asmara Asrama" cetakan Nanopedia tahun 2020.
Komentar
Posting Komentar