Srengenge #6 | Kenapa Harus Kamu?
— Kalau lagi-lagi aku harus menulis tentang kamu, akankah kamu bosan membacanya? Mengingat kenyataan semua sudah berbeda keadaannya. Aku pernah dibuat senang oleh pengakuanmu di hari-hari baik yang telah lalu, bahwa kamu akan selalu menjadi pembaca setia dari setiap resahku yang menjelma susunan kata. Bila saja masih ada kesempatan untuk aku bertanya, benarkah itu masih berlaku ketika yang terjadi kini tidak sama lagi sebagaimana dulu? Bicara tentang kesempatan, ada satu hal yang mengantarkanku pada sesal paling dalam. Adalah aku dan ketidaktahudirianku yang menyia-nyiakan kesempatan untuk setidaknya mengenalmu lebih lama. Bahwa mungkin Tuhan memang menghadirkanmu di dalam hidupku hanya untuk cukup sebagai teman. Sayangnya, aku tidak selalu sepakat dengan keputusan Tuhan. Ambisiku terlalu menggebu, meminta lebih dari apa yang Tuhan sebut cukup itu. Aku selalu beranggapan bahwa ketika kita begitu baik sebagai seorang teman, mengapa tidak saling mengikat saja dalam kepemilikan? Buka...