Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Seangin #1 | November Rain

— Sejak 1991, Axl Rose sudah menahbiskan November sebagai bulan hujan kepedihan. "And it's hard to hold a candle, in the cold November rain. We've been through this such a long long time. Just tryin' to kill the pain.  But lovers always come and lovers always go. And no one's really sure who's lettin' go today. Walking away..." Bagaimana mungkin bisa menyalakan lilin di tengah hujan bulan November? Sepedih itu Axl mengibaratkan kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Dari sekian lagu dengan tema serupa, menurutku hanya Axl Rose bersama Gun's N' Roses yang berhasil menusuk-nusuk ulu hati. Hematnya, ketika kamu pernah mengalami pedihnya cinta bertepuk sebelah tangan, atau kandas di puncak sayang, meresapi lagu ini hanya akan membuatmu merasa: "Ini lagu gua banget." Betapa tidak. Memulai lagu dengan alunan piano yang bikin merinding, di bumbui suara petir yang menegaskan kemegahan hujan. Masuk ke lirik lagu Axl langsung menyuguhkan per...

Usai #3 | Keputus(asa)an

— Aku adalah yang tengah berjalan di padang pasir nan tandus. Dan kamu oase di ujung mata. Kamu memerlukan seseorang untuk berkunjung, sementara aku adalah yang mencarimu. Menemukanmu membuatku berpikir bahwa dahaga akan segera berakhir. Aku sama sekali tidak mengira bahwa tidak semua oase adalah nyata, ada juga fatamorgana. Membaca tulisanmu yang kemarin, ada sesuatu sangat kuat menghujam dada. Aku tak yakin itu apa, yang pasti mengacaukan semua. Aku bahkan tak sanggup memberi nama untuk apa yang sedang aku rasa. Begitu dingin. Begitu dalam. Begitu gelap. Dan menyayat. Aku tak mau terburu-buru menyimpulkan,  Tapi... Inikah yang biasa orang-orang sebut sebagai patah hati? Beginikah pedihnya? Bukan baru kemarin sore aku mengenalmu. Tapi, pada kenyataannya aku bahkan tidak mengerti sedikit saja kenapa tiba-tiba kamu ragu. Atau sebenarnya ini bukan tiba-tiba, hanya aku saja yang baru menyadarinya? Sudah banyak hal kita lalui bersama. Paling tidak, banyak juga hal tentangmu yang semest...

Usai #1 | Rencana

— Sejak tahu bahwa kamu memiliki perasaan yang sama sebagaimana perasaanku kepadamu, aku tidak merasa apa-apa lagi selain bahagia. Aku selalu berdoa, bersamamu adalah selamanya. Akan kuusahakan untuk mewujudkannya. Aku tidak pernah merasa bahwa aku istimewa. Tidak, sebelum aku mengenalmu. Tak sedikit yang mencoba mengetuk hatimu, dan kepadaku kamu memilih membukakan pintu. Kamu berhasil membuatku menjadi satu-satunya orang paling beruntung di dunia ini. Sekali dua kali kadang terbersit dalam kepala, apakah aku pantas untuk bersanding denganmu? Apa kamu tidak salah menjadikan keningmu sebagai alamat terbenam kecupku? Tapi lepas dari itu, aku senang. Hadirmu benar-benar menciptakan warna baru. Terima kasih untuk itu. Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa. Namun percayalah, selagi detak jantungku masih ada, tidak akan kubiarkan kamu dihampiri duka.  Masih ingatkah kamu dengan perbincangan sore kita di kedai kopi dekat alun-alun kota? Saat jari-jemarimu mengisi lengkap sela genggamku, saa...